Pages

Senin, 18 Mei 2020

Mengenal Tahapan Pascaproduksi





Kegiatan pascaproduksi pada dasarnya adalah kegiatan editing. Editing video merupakan proses menyusun dan menata hasil rekaman gambar menjadi satu keutuhan berdasakan naskah.

Kamis, 14 Mei 2020

INSTALASI LAN




LAN adalah jaringan dari sejumlah komputer yang dapat saling berhubungna namun dibatasi oleh lokasi jarak terterntu. Kalau masalah fungsi sudah pasti, jarigan LAN berfungsi agar komputer dapat terhubung antara satu komputer dengan komputer yang lain sehingga bisa bertukar data dan berbagi pakai perangkat keras yang lain. Untuk membuat sebuah jaringan LAN ada material yang kita butuhkan. 

ULANGAN PKK BAB 4

Ulangan telah berakhir pada tanggal 21 Mei 2020

Berikut ini daftar nilai ulangan PKK Bab 4

NO ABSEN NAMA LENGKAP NILAI
1 ADI PRASETYO 100 / 100
2 ADRIAN AGENG FEBRIANSYAH 100 / 100
3 AFIFAH DINDA QURROTU'AIN 70 / 100
4 ALONE FEDRA FADHILL ALFAIZ 80 / 100
5 ANWAR FAUZAN 45 / 100
6 ARENGGA CAHYA PRATAMA 100 / 100
7 BAGAS RAHMADANI 80 / 100
8 CANGGIH AJI PRASETYO 85 / 100
9 DANANG ADI PRASETYO 100 / 100
11 FERRY FEBRIYANTO 45 / 100
12 FI'AH AZZAMUDIN AR ROSYID 60 / 100
13 FITHRIYAH HAIFA KHASANAH 70 / 100
14 ILHAM CANDRA KHABIBI 80 / 100
15 INDRA KURNIA 80 / 100
16 ISNAINI ELISA 100 / 100
17 KHARISMA FITRI RAHMAWATI 100 / 100
19 LUTFI FATHONI  80 / 100
20 MELATI 95 / 100
21 MUZAMIL NOOR ARYFIN 25 / 100
23 NIKEN AYU SAFITRI 100 / 100
24 NURASIH 100 / 100
25 PRIHATIN TRI M 100 / 100
26 RESTU ANGGORO 80 / 100
27 REZA JANI ARIANTI 100 / 100
28 RISKY YUDISTIRA 90 / 100
30 RIZAL EFENDI 100 / 100
32 SADAM VADIL DHAYU ANANTA 55 / 100
33 UMI AZIZAH  40 / 100
34 WISNU SATRIA PRADHANA 100 / 100

JENIS-JENIS DAN CARA MENGHITUNG BIAYA PRODUKSI




A.    JENIS-JENIS BIAYA PRODUKSI
Dari defenisi biaya kita bisa melihat bahwa, dalam satu proses produksi, akan banyak sekali komponen biaya yang harus diperhitungkan, karena konsep biaya berbicara tentang semua pengorbanan. Untuk mempermudah analisis kita dapat mengelompokkan biaya menjadi biaya variabel, tetap, total, marjinal, dan rata-rata.
1.      Biaya Variabel (Variabel Cost)
Biaya variabel (variabel cost) merupakan biaya-biaya yang harus dikeluarkan sesuai dengan besarnya output. Semakin besar biaya output yang dihasilkan semakin besar pula biaya variabel, dan sebaliknya semakin kecil biaya yang dihasilkan maka semakin sedikit pula biaya variabel. Misalnya bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi output, tenaga kerja bagian produksi, staf bagian produksi, energi, untuk menjalankan mesin, dan bahan bakar. Figure 16.Juga menunjukan biaya variabel untuk tiap unit produksi. Perbandingan antara biaya variabel dan jumlah produksi barang menimbulkan tiga corak, biaya variabel yang bervariasi adalah:
a.    Biaya proporsional, kenaikan biaya variabel yang dikeluarkan sama dengan jumah produksi.
b.    Biaya progresif, kenaikan biaya variabel lebih tinggi dibanding jumlah produksi.
c.    Biaya Degresif, kenaikan biaya variabel lebih kecil dibandingkan dengan jumlah  produksi.
2.      Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya teatap (fixed cost) adalah biaya yang harus ada dalam proses produksi dipengaruhi oleh besar kecilnya unit barang dan jasa yang diproduksi. Biaya ini biasanya terdiri dari pembayaran kontrak atas bangunan, pembayaran bunga atas utang, sewa peralatan, gaji pegawai tetap, dan sebagainya.
Biaya-biaya ini harus tetap dikeluarkan meskipun perusahaan menambah produksi, mengurangi produksi atau bahkan tidak berproduksi sama sekali karena tidak terpengaruh oleh jumlah produksi. Biaya ini senantiasa konstan selama proses produksi berlangsung, sehingga apabila digambarkan dalam bentuk grafik akan terlihat seperti garis lurus mendatar.

3.      Biaya Total
Biaya total adalah biaya keseluruhan yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang/jasa. Biaya total didapat dari menjumlahkan biaya tetap dengan biaya variabel, atau:
TC=FC + VC
Dengan
TC=Total Cost (biaya total)
FC = Fixed Cost (biaya tetap)
VC = Variabel Cost (biaya variabel)

4.      Biaya Marjinal
Biaya marjinal adalah konsep biaya terpenting dalam ilmu ekonomi.Biaya marjinal menunjukkan tambahan biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu unit tambahan output. Katakanlah sebuah perusahaan memproduksi 100 unit televise, dengan biaya total Rp.100.000.000.- Jika biaya total produksi 101 unit televise adalah Rp. 101.000.000,-, Biaya marjinal produksi televise adalah Rp. 1.000.000.- Untuk 1 unit tambahan.

5.      Biaya Rata-rata (Avrage Cost)
Perhitungan biaya rata-rata sangat diperlukan karena apabila dibandingkan dengan pendapatan rata-rata suau perusahaan, kita akan mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami kerugian atau sebaliknya.
a.    Biaya total rata-rata (average total cost)
Biaya total rata-rata adalah biaya total dibagi jumlah unit yang diproduksi atau:
     ATC =TCQ
Dengan :
ATC = Average Total Cost (biaya total rat-rata)
TC = Total Cost (Biaya total)
Q = Quantity (kuantitas barang yang diproduksi)

b.    Biaya tetap rata-rata ( average fixed cost)
Biaya tetap rata-rata atau Average Fixed Cost (AFC) adalah biaya tetap yang dibutuhkan untuk satuan hasil produksi. Biaya tetap rata-rata diperoleh dengan membagi total jumlah biaya tetap dengan total jumlah produksi atau:
  AFC=TFCQ
Dengan:
AFC = Average Fixed Cost( biaya tetap rat-rata)
TFC = Total Fixed Cost (total biaya tetap)
Q = Quantity (kuantitas barang yang diproduksi)
Semakin banyak barang yang diproduksi, maka akan semakin sedikit proporsi biaya tetap yang melekat pada barang tersebut. Dengan kata lain, semakin banyak barang yang diproduksi, semakin kecil biaya tetap rata-ratanya.

c.    Biaya variabel rata-rata (average variable cost)
Biaya variabel rata-rata atau average variable cost (AVC) adalah biaya variabel untuk tiap unit yang dihasilkan. Biaya varabel rat-rata diperoleh dengan membagi total biaya variabel dengan total jumlah produksi atau:
        𝐴𝑉𝐶=𝑇𝑉𝐶𝑄
Dengan:
AVC = Average Variable Cost (biaya variabel rata-rata)
TVC = Total Variable Cost (biaya variabel total)
Q = Quantity (kuantitas barang yang diproduksi)

B.       MENGHITUNG BIAYA PRODUKSI
Setelah kita memahami berbagai teori dari biaya dan karakteristiknya maka kan semakin jelas jika kita mengaplikasikannya. Contoh perhitungan biaya produksi:

Untuk membuat 10 kursi diperlukan biaya berikut:
Biaya variabel:
5 balok kayu @Rp.80.000,-                   Rp. 400.000,-
4 papan tebal @Rp.150.000,-                Rp. 600.000,-
Biaya tetap:
Biaya tetap yang diperhitungkan           Rp. 200.000,-
Jumlah biaya produksi                         Rp.1.200.000,-

Maka biaya produksi perunit kursi= Rp. 1.200.000,- : 10 (jumlah biaya produksi dibagi 10)
= Rp. 120.000,-

Rabu, 13 Mei 2020

PENGERTIAN BIAYA PRODUKSI




Untuk memahami arti biaya, seseorang harus memahami proses yang digunakan dalam menentukan biaya. Memperbaiki penentuan biaya akan merupakan faktor kunci dalam pengembangan dalam bidang manajemen biaya.

UH 1 SISTEM KOMPUTER


Ulangan ini telah berakhir pada tanggal 30 Mei 2020

Selasa, 12 Mei 2020

SCREEN RECORDING DENGAN O MATIC



Selain menggunakan kamera, gambar bergerak dapat juga direkam dengan Screen recording (merekam layar). Screen recording adalah merekam tampilan yang tampak di layar atau piranti keluaran visual lainnya. Biasanya ini adalah suatu gambar digital yang ditangkap oleh aplikasi perekam layar yang dijalankan pada komputer, walaupun dapat pula dihasilkan oleh kamera atau piranti yang menangkap keluaran video dari komputer.

PRODUK BARANG DAN JASA



A.   PENGERTIAN PRODUK BARANG DAN JASA
Pengertian produk menurut Alma (2004:139) adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk didalamnya warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengecer), dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya.

Senin, 11 Mei 2020

SISTEM OPERASI JARINGAN



A.    PENGERTIAN SISTEM OPERASI JARINGAN
Sistem Operasi Jaringan (Network Operating System) merupakan sebuah jenis sistem operasi komputer yang ditujukan khusus untuk menangani jaringan jaringan komputer baik itu untuk mengadministrasi jaringan dan memanage jaringan komputer agar jaringan komputer dapat tertata. Umumnya, sistem operasi jaringan ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna di dalam jaringan komputer, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya.

Menganalisis Lembar Kerja/ Gambar Kerja


Bila telah diputuskan produk mana yang akan dikembangkan atau dihasilkan, selanjutnya Anda membuat desain produk pendahuluan. Desain produk pendahuluan yang dikembangkan dalam bentuk prototipe diperlukan agar perusahaan mengetahui tanggapan konsumen atas produk itu sebelum produk tersebut diproduksi secara massal. Selain itu, pembuatan prototipe memungkinkan perusahaan menguji kualitas bahan dan produk. Untuk itu ada tiga faktor yang harus diperhatikan dalam menguji desain produk pendahuluan ini, yaitu:
a.  frekuensi kerusakan komponen (reabilitas),
b.  kemudahan untuk pemeliharaan dan perbaikan (maintainability), serta
c.  umur produk.

MEMBUAT DESAIN KEMASAN PRODUK



A.    Standart Desain Kemasan Produk
Menurut wikipedia, Standar Nasional Indonesia atau disingkat SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Sedangkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) adalah sebuah badan yang membantu Presiden dalam menyelenggarakan pengembangan dan pembinaan di bidang standardisasi sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Standar Nasional Indonesia (SNI) berlaku di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). SNI bersifat sukarela untuk dipakai dan ditetapkan oleh pelaku usaha sesuai dengan PP Nomor 102 tahun 2000.

Minggu, 10 Mei 2020

PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK JARINGAN KOMPUTER


Jaringan tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software. Komponen software meliputi: Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC) dan Kabel. Sedangkan komponen software meliputi : Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

A. Perangkat keras (hardware) untuk membangun sebuah jaringan LAN

Jaringan LAN sangat mudah dibuat karena hanya membutuhkan beberapa peralatan dan setting pada komputer.

DESAIN PRODUK



A.    PENGERTIAN DESAIN PRODUK
Desain Produk merupakan terjemahan dari Industrial Design. Desain produk bisa disebut juga dengan sebuah ide, Pengembangan konsep, Pengujian, dan Pelaksanaan manufaktur atau jasa. Desain Produk adalah sebagai alat manajemen untuk menterjemahkan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan sebelum menjadi rancangan yang nyata yang akan diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba.
Pengertian desain dikemukakan oleh W. J Stanton (1981), yang telah diterjemahkan oleh DR. Buchori Alma dalam bukunya manajemen pemasaran dan pemasaran jasa, yaitu : "Yang dikatakan produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, Termasuk didalamnya masalah warna, Harga nama baik perusahaan, Nama baik toko yang menjual, dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengencer yang diterima pembeli guna memuaskan keinginan."
Pada dasarnya desain produk terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1.     Mendesain produk yang benar - benar baru. yaitu membuat rancangan dan sketsa baru yang belum pernah ada pada desain sebelumnya.
2. Mendesain atau memodifikasi produk yang sudah ada (redesign) atau melakukan pengembangan terhadap desain produk yang sudah ada.

B.     MAKSUD DAN TUJUAN DESAIN PRODUK
Desain produk mempunyai maksud dan tujuan untuk membantu perusahaan dalam menciptakan dan mengembangkan produk baru atau untuk menjamin hasil produksi yang sesuai dengan keinginan pelanggan.
Manfaat dari desain produk antara lain:
1.      Menghindari kegagalan - kegagalan yang mungkin terjadi dalam pembuatan suatu produk
2.      Memilih metode yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk
3.      Menentukan standarisasi atau spesifikasi produk yang dibuat
4.      Menghitung biaya dan menentukan harga produk yang dibuat
5.    Mengetahui kelayakan produk tersebut apakah sudah memenuhi persyaratan atau masih perlu perbaikan kembali
Tujuan desain produk antara lain:
1.      Sebagai identitas/merk dari suatu produk;
2.      Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan mempunya nilai jual yang tinggi;
3.      Untuk menghasilkan produk yang trend pada masanya;
4.    Untuk membuat produk dengan biaya seminimal mungkin dalam penggunaan bahan baku dan biaya - biaya dengan tanpa mengurangi nilai jual produk tersebut.

C.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESAIN PRODUK
Faktor-faktor yang mempengaruhi desain produk adalah sebagai berikut:
  1. Fungsi Produk
Setiap produk yang akan dihasilkan mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda, hal ini tergantung untuk keperluan apa produk itu dibuat. Dengan demikian bahwa desain produk itu berhubungan bentuk dan fungsi dari suatu produk. Keduanya memegang peranan penting dalam menentukan suatu desain produk yang pada dasarnya untuk memberikan kepuasan yang maksimal bagi konsumen atau pelanggan baik segi kualitan maupun segi kuantitas.
  1. Standar dan Spesifikasi Desain
Dalam hal spesifikasi dan standar desain suatu produk akan terlihat dari :
a.       Sambungan – sambungan | Dalam hal ini perusahaan harus merencanakan bagaimana menyambung bagian-bagian supaya tidak terlihat ada bagian yang kosong.
b.      Bagian | Bagian ini berfungsi untuk menyesuaikan ukuran keserasian desain  disambung dengan bagian lainnya, sehingga apabila disatukan menjadi satu kesatuan yang kuat
c.       Bentuk | Pada waktu mendesain bentuk perlu diperhatikan mengenai keindahan dengan penyesuaian menurut fungsi dan kegunaannya.
d.      Ukuran | Yaitu merencanakan ukuran yang seimbang dari bagian – bagian produk  secara keseluruhan.
e.       Mutu | Mutu suatu produk harus disesuaikan menurut fungsi produk tersebut, apabila akan digunakan dalam jangka waktu lama, maka mutu produk tersebut harus tinggi bila dibandingkan dengan produk yang akan digunakan dalam jangka waktu yang pendek.
f.       Bahan | Apabila produk yang akan digunakan ingin mempunyai mutu yang baik, maka bahan yang dipergunakan pun harus dapat menunjang agar semua yang diharapkan dapat terwujud dan pelanggan merasakan kepuasan tersendiri.
g.      Warna | Warna mempunyai arti tersendiri bagi konsumen, karena tiap orang mempunyai ciri dan kesukaan yang khas terhadap warna tertentu. Dan hal inilah yang harus dicermati oleh perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis.
  1. Tanggungjawab Produk
Ini adalah merupakan salah satu tanggung jawab dari produsen sebagai pembuat produk kepada konsumen akan keselamatan dan kenyamanan pemakai produk tersebut. Oleh karena itu faktor ini menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan oleh perusahaan pada waktu mendesain produk tersebut.
  1. Harga dan Volume
Harga dihubungkan dengan jumlah produk yang akan dibuat, untuk produk yang akan dibuat  berdasarkan pesanan biasanya harga jualnya akan berbeda dengan produk yang dibuat untuk dipasakan kepada konsumen luas yang harganya relatif lebih murah sehingga desain produknya akan berbeda pula.
  1. Prototype
Prototype merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat, prototype ini memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya, sehingga sebelum perusahaan memproduksi maka prototype diusahakan untuk dibuat terlebih dahulu.
Dari pengujian prototype tersebut, apabila lulus uji coba mungkin memberikan gambaran mengenai perubahan-perubahan yang perlu dilakukan serta sebagai informasi dalam penyusunan terakhir desain produk.


D.    TAHAPAN – TAHAPAN KEGIATAN DESAIN PRODUK
Seorang product designer harus melalui tahapan – tahapan dalam merencanakan suatu produk, tahapan tersebut yaitu :
  1. Memformulasikan hasil marketing research
Adapun yang menjadi titik tolak dalam tahapan kegiatan Desain Produk adalah riset pemasaran. Untuk mengetahui produk yang diinginkan pelanggan, product designer dapat memperoleh data dari riset pemasaran yang langsung berhubungan dengan pelanggan. Riset ini dilakukan baik untuk produk yang betul – betul baru maupun untuk produk yang sudah ada.
Pengembangan suatu riset dalam perusahaan akan menghasilkan sebuah gagasan atau ide untuk membuat suatu produk, dimana ide tersebut diperoleh dari data yang didapatkan saat riset itu sendiri dilakukan. Dalam riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada, perusahaan harus mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut :
·         Keinginan pelanggan dalam hal kegunaan, kualitas, modal dan warna dari produknya dengan tidak mengabaikan penentuan harga
·         Biaya dari pembuatan produk baru atau pengembangan dari produk yang sudah ada apakah perusahaan mampu untuk membayarnya.
Untuk hal – hal tersebut diatas, maka riset ini perlu ditunjang dengan faktor – faktor yang berupa waktu untuk menjalankan penelitian, mencari informasi atau keterangan berdasarkan pengalaman.
  1. Mempertimbangkan kemampuan fasilitas perusahaan
Untuk melaksanakan kegiatan pembuatan suatu produk, maka desainer harus mempertimbangkan kemampuan dari perusahaan itu sendiri, diantaranya : tenaga kerja, mesin – mesin, peralatan penunjang dan perkakas lainnya. Dalam membuat produk, desainer harus mempertimbangkan biaya yang seekonomis mungkin.
  1. Membuat sketsa
Dalam membuat sketsa, bentuk dari produk yang akan dibuat akan terlihat jelas satu dengan yang lainnya. Sketsa tersebut dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan gambar kerja ( blue Print ), sketsa dari masing – masing produk walaupun sketsa ini tidak menunjukan ukuran – ukuran yang sebenarnya, tapi dapat terlihat dal skala perbandingan.
  1. Membuat gambar kerja

Pembuatan gambar kerja ini adalah merupakan tahap akhir dalam kegiatan Desain Produk, dimana dalam gambar kerja ini dapat digambarkan bentuk dan ukuran yang sebenarnya dengan skala yang diperkecil. Selain itu, dalam gambar kerja juga diperlihatkan bahan – bahan yang akan dipergunakan dalam pembuatan produk tersebut. Setelah gambar kerja tersebut selesai dirancang, kemudian diserahkan kepada pelaksana kegiatan untuk segera dipelajari dan dikerjakan lebih lanjut cara proses produksinya.

Sabtu, 09 Mei 2020

Memori Semi Konduktor


Gambar Struktur Memori Semi konduktor
1.       RAM :Random Acces Memory
2.       ROM :Read Only Memory
3.       PROM :Programmable ROM
4.       EPROM :Erasable PROM ( dihapus dengan Sinar Ultra Violet )
5.       EEPROM :Electrical Erasable PROM ( dihapus secara elektrik )
6.       EAPROM :Electrical Alterable ROM ( dirubah secara elektrik )

ALUR DAN PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE



A.    PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE
Pembuatan prototype disebut dengan prototyping. Tujuan dari prototyping adalah sebagai penguji daya tahan bentuk produk dan usaha yang ingin kita buat. Inovasi bertahap adalah keadaan di mana suatu badan usaha tidak bisa dibuat dalam bentuk prototype. Inovasi bertahap biasanya menyesuaikan keadaan dunia nyata. Dengan adanya kegiatan prototyping, para wirausaha, khususnya bidang produk kreatif akan mengetahui keunggulan dan kelemahan produk dan usaha yang dibuat.
1.    Kegiatan Prototyping sebagai Artefak dalam Pembuatan Desain
Prototype dapat dianggap sebagai bentuk artefak, baik dalam tingkatan berdiri sendiri atau menjadi bagian dalam sebuah desain. Bila dilihat sebagai artefak, prototype mengandung karakteristik : mendukung kreativitas, membantu pengembang untuk menangkap dan menghasilkan ide, memfasilitasi pengembang dan memberikan informasi yang relevan tentang penggunaan prototype. Prototype dapat mendorong terjadinya komunikasi dan membantu para wirausaha dengan konsumen dalam berinteraksi untuk menyempurnakan produk yang dibuat.
Kita bisa menganalisis kegiatan prototyping berdasarkan empat dimensi sebagai berikut.
a.     Dimensi Representasi
Dimensi Representasi berarti menggambarkan bentuk prototype, misalnya kumpulan kertas, sketsa atau simulasi komputer
b.    Dimensi Presisi
Dimensi Presisi menggambarkan tingkat ketelitian prototype yang akan dievaluasi; Dalam dimensi tersebut,prototype dibagi menjadi 3 bentuknya yakni informal, kasar atau halus.
c.     Dimensi Interaktif
Dimensi Interaktif menggambarkan sejauh mana hubungan antara konsumen dengan prototype yang dibuat oleh seorang wirausaha. Misalnya, apakah pihak pembeli menyukai layanan dan produk kreatif yang ditawarkan.
d.    Dimensi Evolusi
Dimensi Evolusi menggambarkan prediksi siklus hidup dari suatu prototype, misalnya prototype tersebut bersifat sekali pakai atau permanen.

2.    Tahapan-tahapan dalam Prototyping
Tahap-tahap dalam prototyping boleh dikatakan merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam Prototyping adalah kerjakan yang mudah terlebih dahulu dan sampikan hasil kepada pengguna sesegera mungkin.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah table yang menerangkan tentang tahap-tahap dalam prototyping produk kreatif.

Prototyping dibagi ke dalam enam tahapan sebagai berikut.
a.     Mengidentifikasi model prototype. Dalam bagian ini, pihak wirausahawan menjadi mengerti apa saja yang ada di dalam badan usaha yang mereka buat.
b.    Rancang bangun prototype. Dalam rancang bangun bisa dibantu oleh seperangkat computer serta software CASE (Computer-Aided System Engineering) supaya bisa mendesain produk yang baru dan kompeten.
c.     Uji prototype untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi.
b.    Siapkan prototype USD (User’s System Diagram) untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari produk yang di- prototype-kan.
c.     Evaluasi dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan perubahan jika diperlukan.
d.    Tranformasikan prototype menjadi produk nyata dan dibutuhan konsumen sebagai sebuah sampel atau contoh.

B.    FAKTOR-FAKTOR PENENTU DALAM PROSES STRATEGI PEMBUATAN PROTOTYPE
Berikut ini disajikan berbagai faktor-faktor yang ada di dalam strategi prototyping.
1.     Prototyping bisa berupa sebuah subsistem atau serangkaian dari beberapa subsistem atau keseluruhan system
2.     Melakukan prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan prototyping atas satu konsep
3.     Prototyping interative vs 1 prototype per konsep
4.     Prototype bisa merupakan kerja virtual (analisa CAD, FEA, CFD, dll) ataupun fisik
5.     Pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar, bisa juga dengan menggunakan metode rapid prototyping atay dilakukan oleh perusahaan itu sendiri.
6.     Fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala
7.     Hasil akhir suatu bentuk usaha dapat dibuat skala lewat prototyping.

C.    FAKTOR-FAKTOR YANG ADA DI DALAM ALUR KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE
Berikut ini disajikan berbagai faktor-faktor yang ada di dalam alur kerja prototyping.
1.     Prototyping bisa berupa subsistem, serangkaian dari beberapa subsistem, atau keseluruhan system
Kita akan membuat sistem yang besar, mungkin hal terbaik yang bias dilakukan adalah memecahnya menjadi subsistem-subsistem yang lebih kecil yang masing-masing subsistem dapat dianalisis berdasarkan strategi yang paling optimal.
2.     Melakukan Prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan Prototyping atas satu konsep
Ketika hanya ada satu atau dua konsep produk saja yang memungkinkan besar akan dipilih untuk dikembangkan, perkembangan prototype dalam jumlah banyak pada masa awal akan memberikan umpan balik penting bagi perancang.
3.     Prototype bisa berbentuk virtual (Analisa CAD, FEA, CFD, dll
Analisa prototype yang rumit biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh komputer, sehingga model virtual dapat embantu produsen untuk menganalisa prototype.
4.     Pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar atau dilakukan oleh seorang wirausaha itu sendiri
Melakukan penyerahan urusan pembuatan produk hanya kepada pihak luar dapat membengkakkan biaya dan waktu sehingga lebih baik dibuat sendiri.
5.     Fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala
Ketika kita sedang berurusan dengan produk yang berukuran besar, seperti pilar untuk bangunan rumah bertingkat, kita tidak akan mungkin membuat prototype yang sama ukurannya dengan produk akhirnya (kecuali untuk keperluan uji akhir). Oleh karena itu, kita bisa membuat skala fisiknya untuk mengetes aspek-aspek tertentu dalam desain produk tersebut atau bisa dibuat prototype potongan yang bisa disambung saat pembangunannya.
6.     Hasil akhir suatu bentuk usaha dapat dibuat skala lewat prototype

Mungkin merupakan suatu hal yang bagus apabila perancang dapat merancang prototype yang mampu mencakup beberapa persyaratan desain dalam satu waktu. Hal ini bertujuan agar perancang dapat membuat evaluasi atas fitur yang diharapkan ada pada produk tersebut. Dengan adanya skala fungsi, perancang akan merasa lebih mudah dalam menguji prototype dan produk final yang memiliki sifat lebih kuat.