Pages

Sabtu, 09 Mei 2020

ALUR DAN PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE



A.    PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE
Pembuatan prototype disebut dengan prototyping. Tujuan dari prototyping adalah sebagai penguji daya tahan bentuk produk dan usaha yang ingin kita buat. Inovasi bertahap adalah keadaan di mana suatu badan usaha tidak bisa dibuat dalam bentuk prototype. Inovasi bertahap biasanya menyesuaikan keadaan dunia nyata. Dengan adanya kegiatan prototyping, para wirausaha, khususnya bidang produk kreatif akan mengetahui keunggulan dan kelemahan produk dan usaha yang dibuat.
1.    Kegiatan Prototyping sebagai Artefak dalam Pembuatan Desain
Prototype dapat dianggap sebagai bentuk artefak, baik dalam tingkatan berdiri sendiri atau menjadi bagian dalam sebuah desain. Bila dilihat sebagai artefak, prototype mengandung karakteristik : mendukung kreativitas, membantu pengembang untuk menangkap dan menghasilkan ide, memfasilitasi pengembang dan memberikan informasi yang relevan tentang penggunaan prototype. Prototype dapat mendorong terjadinya komunikasi dan membantu para wirausaha dengan konsumen dalam berinteraksi untuk menyempurnakan produk yang dibuat.
Kita bisa menganalisis kegiatan prototyping berdasarkan empat dimensi sebagai berikut.
a.     Dimensi Representasi
Dimensi Representasi berarti menggambarkan bentuk prototype, misalnya kumpulan kertas, sketsa atau simulasi komputer
b.    Dimensi Presisi
Dimensi Presisi menggambarkan tingkat ketelitian prototype yang akan dievaluasi; Dalam dimensi tersebut,prototype dibagi menjadi 3 bentuknya yakni informal, kasar atau halus.
c.     Dimensi Interaktif
Dimensi Interaktif menggambarkan sejauh mana hubungan antara konsumen dengan prototype yang dibuat oleh seorang wirausaha. Misalnya, apakah pihak pembeli menyukai layanan dan produk kreatif yang ditawarkan.
d.    Dimensi Evolusi
Dimensi Evolusi menggambarkan prediksi siklus hidup dari suatu prototype, misalnya prototype tersebut bersifat sekali pakai atau permanen.

2.    Tahapan-tahapan dalam Prototyping
Tahap-tahap dalam prototyping boleh dikatakan merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam Prototyping adalah kerjakan yang mudah terlebih dahulu dan sampikan hasil kepada pengguna sesegera mungkin.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah table yang menerangkan tentang tahap-tahap dalam prototyping produk kreatif.

Prototyping dibagi ke dalam enam tahapan sebagai berikut.
a.     Mengidentifikasi model prototype. Dalam bagian ini, pihak wirausahawan menjadi mengerti apa saja yang ada di dalam badan usaha yang mereka buat.
b.    Rancang bangun prototype. Dalam rancang bangun bisa dibantu oleh seperangkat computer serta software CASE (Computer-Aided System Engineering) supaya bisa mendesain produk yang baru dan kompeten.
c.     Uji prototype untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi.
b.    Siapkan prototype USD (User’s System Diagram) untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari produk yang di- prototype-kan.
c.     Evaluasi dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan perubahan jika diperlukan.
d.    Tranformasikan prototype menjadi produk nyata dan dibutuhan konsumen sebagai sebuah sampel atau contoh.

B.    FAKTOR-FAKTOR PENENTU DALAM PROSES STRATEGI PEMBUATAN PROTOTYPE
Berikut ini disajikan berbagai faktor-faktor yang ada di dalam strategi prototyping.
1.     Prototyping bisa berupa sebuah subsistem atau serangkaian dari beberapa subsistem atau keseluruhan system
2.     Melakukan prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan prototyping atas satu konsep
3.     Prototyping interative vs 1 prototype per konsep
4.     Prototype bisa merupakan kerja virtual (analisa CAD, FEA, CFD, dll) ataupun fisik
5.     Pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar, bisa juga dengan menggunakan metode rapid prototyping atay dilakukan oleh perusahaan itu sendiri.
6.     Fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala
7.     Hasil akhir suatu bentuk usaha dapat dibuat skala lewat prototyping.

C.    FAKTOR-FAKTOR YANG ADA DI DALAM ALUR KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE
Berikut ini disajikan berbagai faktor-faktor yang ada di dalam alur kerja prototyping.
1.     Prototyping bisa berupa subsistem, serangkaian dari beberapa subsistem, atau keseluruhan system
Kita akan membuat sistem yang besar, mungkin hal terbaik yang bias dilakukan adalah memecahnya menjadi subsistem-subsistem yang lebih kecil yang masing-masing subsistem dapat dianalisis berdasarkan strategi yang paling optimal.
2.     Melakukan Prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan Prototyping atas satu konsep
Ketika hanya ada satu atau dua konsep produk saja yang memungkinkan besar akan dipilih untuk dikembangkan, perkembangan prototype dalam jumlah banyak pada masa awal akan memberikan umpan balik penting bagi perancang.
3.     Prototype bisa berbentuk virtual (Analisa CAD, FEA, CFD, dll
Analisa prototype yang rumit biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh komputer, sehingga model virtual dapat embantu produsen untuk menganalisa prototype.
4.     Pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar atau dilakukan oleh seorang wirausaha itu sendiri
Melakukan penyerahan urusan pembuatan produk hanya kepada pihak luar dapat membengkakkan biaya dan waktu sehingga lebih baik dibuat sendiri.
5.     Fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala
Ketika kita sedang berurusan dengan produk yang berukuran besar, seperti pilar untuk bangunan rumah bertingkat, kita tidak akan mungkin membuat prototype yang sama ukurannya dengan produk akhirnya (kecuali untuk keperluan uji akhir). Oleh karena itu, kita bisa membuat skala fisiknya untuk mengetes aspek-aspek tertentu dalam desain produk tersebut atau bisa dibuat prototype potongan yang bisa disambung saat pembangunannya.
6.     Hasil akhir suatu bentuk usaha dapat dibuat skala lewat prototype

Mungkin merupakan suatu hal yang bagus apabila perancang dapat merancang prototype yang mampu mencakup beberapa persyaratan desain dalam satu waktu. Hal ini bertujuan agar perancang dapat membuat evaluasi atas fitur yang diharapkan ada pada produk tersebut. Dengan adanya skala fungsi, perancang akan merasa lebih mudah dalam menguji prototype dan produk final yang memiliki sifat lebih kuat.




SEJARAH DAN MANFAAT JARINGAN



JARINGAN komputer adalah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan.

Jumat, 08 Mei 2020

Rangkaian RAM-EPROM dan Keandalan Memori




A. RAM ( Random Access Memory )
RAM adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data rersebut dalam memori. ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, dimana gerakan mekanikal dan media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.
Pertama kali dikenalkan pada tahun 60-an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetik. Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM, lebih tepatnya jenis DRAM. Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan ROM (read-only-memory), RAM digunakan sebagai penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka panjang.Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga random access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu heberapa bagian dan spaceaddres RAM (memori utama) dan sebuah sistem yang dipetakan ke dalam satu atau dua cip ROM.
1.    Struktur RAM (Random Acces Memory)
Struktur RAM dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
a.    Input area, digunakan untuk menampung input yang dimasukkan lewat alat input.
b.    Program area, digunakan untuk menyimpan semua instruksi-instruksi program yang akan diproses.
c.    Working area, digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dan basil dan pengolahan
d.    Output area, digunakan unwk menampuñg hisil akhir dan pengolahan data yang akan ditampilkan ke aLu output.

2.    Dasar Pembuatan RAM
Berdasarkan bahan dasar pembuatan, RAM dikelompokkan menjadi dua, yaitu Dynamic RAM(DRAM), dan Static RAM (SRAM).
a. DRAM (Dynamic Random Access Memory)
DRAM adalah jenis RAM yang menyimpan setiap bit data yang terpisah dalam kapasitor dalam satu sirkuit terpadu. Data yang terkandung di dalamnya harus diperbarui secara berkala oleh CPU agar tidak hilang. 1-Ial ini membuatnya sangat dinamis dibandingkan dengan memori Iainnya. Dalam struktumya, DRAMhanya memerlukan satu transistor dan kapasitor per hit, sehinggamemiliki kepadatan sangat tinggi.


b. SRAM (Static Random Access Memory)
SRAM adalah jenis RAM yang tidak menggunakan kapasitor. Hal inimengakibatkan SRAM tidak perlu lagi diperbarui secara berkala seperti halnyadengan DRAM. Hal ni juga sekaligus membuatnya memiliki kecepatan lebih tinggi dari DRAM

Selain DRAM dan SRAM, masih ada beberapa tipe RAM, yaitu sebagai berikut.
a.    FPM DRAM (Fast Page Mode Random Access Memory)
FPM DRAM adalah RAM yang paling pertama kali ditancapkan pada slot memori 30 pin motherboard komputer. RAM ini dapat kita temui pada komputer tipe 286 dan 386. Memori jenis ini sudah tidak lagi diproduksi.
b.    EDORAM (Extended Data Out Random Access Memory)

EDORAM adalah jenis RAM yang dapat menyimpan dan mengambil isi memori secara bersamaan, sehingga kecepatan baca tulisnya pun menjadi lebih cepat EDORAM umumnya digunakan pada PC terdahulu sebagai pengganti FPM RAM:
c.    SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory)
SDRAM adalah jenis RAM dinamis yang kemampuan kecepatannya lebih cepat dari pada EDORAM dan kepingannya terdiri dan 168 pin. RAM ini disinkronisasi oleh jam sistem dan cocok untuk sistem dengan bus yang memiliki kecepatan sampai 100 MHz.
d.    RDRAM (Rambus Dynamic Random Acces Memory)
RDRAM adalah salah satu tipe dari RAM dinamis sinkron yang diproduksi oleh Rambus Corporation menggunakan kecepatan bus sebesar 800MHz tetapi memiliki jalur data yang sempit (8 bit). RDRAM memiliki memory controller yang canggih sehingga tidak semua motherboard bisa mendukungnya. Contoh produk yang memakainya adalah 3dfx sen Voodoo4.
e.    NVRAM (Non-Volatile Random Access Memory)
NVRAM adalah jenis RAM yang menggunakan baterai litium di dalamnya sehingga data yang tersimpan tidak akan hilang meskipun catu daya dimatikan.
f.     PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association)
PCMCIA adalah salah satu kartu memori pertama yang dibuat pada tahun 1990-an dan setelah berkembang jenis dan modelnya, kini dipakai khusus sebagai perangkat koneksi pada notebook, misalnya sebagai modem untuk melakukan koneksi intemet melalui frekuensi GSM atau CDMA, dan wireless card.

B. Rangkaian EPROM ( Erasable Programmable Read-Only Memory)
EPROM adalah sebuah cip yang bisa diprogram dan mampu menyimpan data. Cip tersebut besi data (program-program) yang diiskian oleh pengguna ke EPROM tersebut. satu-satunya cara untuk menghapus data pada EPROM adalah dengan menggunakan sinar ultraviolet.
EPROM merupakan jembatan/penengah antara hardware dan software, sebagai contoh EPROM salah satu cip BIOS (Basic Input Output System) pada motherboard komputer.

C. Kehandalan Memori
Memori harus mampu mengikuti kecepatan CPU sehingga terjadi sinkronisasi kerja antara CPU dan memori tanpa adanya waktu tunggu karena komponen lain belum selesai prosesnya. Mengenal harga, sangatlah relatif. Bagi produsen selalu mencari harga produksi paling murah tanpa mengorbankan kualitasnya untuk memiliki daya saing di pasaran.
Untuk memperoleh kinerja yang optimal, perlu kombinasi teknologi komponen memori. Dan kombinasi ini dapat disusun hierarki memori sebagai berikut.


1.    Hubungan Harga, Kapasitas dan Waktu Akses Memori
Hubungan harga, kapasitas dan waktu akses memori adalah sehagai berikut.
1) Semakin kecil waktu akses, semakin besar harga per bitnya.
2) Semakin besar kapasitas, semakin kecil harga per bitnya.
3) Semakin besar kapasitas, semakin besar waktu aksesnya

2.    Hierarki Memori

Dilema yang dihadapi para perancang adalah keinginan menerapkan teknologi untuk kapasitas memori yang besar karena harga per bit yang murah namun hal itu dibatasi oleh teknologi dalam memperoleh waktu akses yang cepat. Salah satu pengorganisasian masalah ini adalah menggunakan hierarki memori. Semakin menurunnya hierarki maka hal berikut akan terjadi.
1) Penurunan bit.
2) Peningkatan kapasitas
3) Peningkatan waktu akses.
4) Penurunan frekuensi akses memori oleh CPU.

Kunci keberhasilan hierarki ini terletak pada penurunan frekuensi aksesnya. Semakin lambat memori maka keperluan CPU untuk mengaksesnya semakin sedikit. Secara keseluruhan sistem komputer akan tetap cepat namun kebutuhan kapasitas memori besar terpenuhi.





Aplikasi Pengolah Gambar Bitmap di HP Android - Adobe Photoshop Express



Ada banyak aplikasi untuk edit gambar bitmap di Android dan salah satunya adalah Adobe Photoshop Express yang bisa digunakan secara gratis namun dengan keterbatasan fitur. Walaupun namanya Adobe Photoshop tetapi aplikasi ini memiliki tampilan yang sangat berbeda dengan versi dekstop. Aplikasi Adobe Photoshop Express tersedia di sejumlah sistem operasi. Di antaranya Windows 10, Windows 8.1, Windows 10 Mobile, Windows Phone 8.1, Windows Phone 8, iOS, dan tentu saja Android.

SKETSA


A.    PENGERTIAN SKETSA
1.      Menurut Linda Murray dan Peter, Sketsa adalah rancangan kasar dari suatu komposisi atau
2.   sebagian komposisi dibuat demi kepuasan pribadi. Pada tahap ini ada beberapa hal yang menjadi acuan yaitu skala, perbandingan, komposisi, penyinaran dan lain sebagainya.

Kamis, 07 Mei 2020

Array 2 dan 3 Dimensi Pascal





Untuk penggunaan yang lebih rumit, array 1 dimensi tidak cocok lagi. Sebagai contoh, di dalam matematika kita menggunakan grafik/diagram kartesius yang titik koordinatnya menggunakan komposisi sumbu x dan sumbu y. Sebagai contoh A(3,4) berarti titik A berada di posisi 3 pada sumbu x, dan 4 pada sumbu y.
Untuk mempermudah dalam pembuatan program yang melibatkan 2 sumbu atau 2 dimensi ini, kita bisa menggunakan array 2 dimensi.

KEMASAN PRODUK


A.    PENGERTIAN KEMASAN PRODUK
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).

Desain Jaringan Lokal



A. Konsep Jaringan Komputer LAN

Computer Network atau jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang dihubungkan melalui media fisik dan software yang memfasilitasi komunikasi antara komputer-komputer tersebut. 
Media fisik ini bisa berupa kabel atau udara yang menjadi media bagi komunikasi elektromagnetik. Masing-masing komputer terhubung melalui media fisik dengan menggunakan kartu jaringan (Network Interface Card = NIC). Segala proses transmisi melalu media fisik akan melalui NIC tersebut. 
Bila jaringan komputer cukup banyak yang menempati suatu area lokal, maka jaringan ini dinamakan jaringan komputer lokal (Local Area Network = LAN).

Rabu, 06 Mei 2020

PROTOTYPE PRODUK


A.    PENGERTIAN PROTOTYPE PRODUK
Fenomena dewasa ini banyak manajer menjalankan Total Quality Management (TQM) sebagai prioritas untuk peningkatan dan pengendalian kualitas produk. Karena kualitas suatu produk berhubungan erat dengan kepuasan pelanggan (customer satisfaction) serta keuntungan industri. Dengan kualitas yang lebih tinggi akan menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah.
Perhatian terhadap kualitas yang terbaik adalah bukan pada produk akhir. Hal ini penting agar produk akhir yang dihasilkan adalah produk yang bebas cacat dan tidak ada lagi pemborosan karena produk tersebut dibuang atau dikerjakan ulang. Maka sebaiknya perhatian terhadap kualitas harus dimulai pada saat awal pembangunan produk. Tahapan yang sangat penting dalam perencanaan awal pembuatan produk adalah pembuatan prototipe produk.
Prototipe produk (purwa–rupa produk) adalah bentuk dasar dari sebuah produk merupakan tahapan yang sangat penting dalam rencana pembuatan produk karena menyangkut keunggulan produk yang akan menentukan kemajuan suatu usaha di masa mendatang. Dikatakan sebagai tahapan yang sangat penting karena prototipe dibuat untuk diserahkan pada pelanggan (lead–user) agar pelanggan dapat mencoba kinerja prototipe tersebut. Selanjutnya jika pelanggan memiliki komplain ataupun masukan mengenai protipe tersebut maka industri mendokumentasikannya untuk proses perbaikan prototipe tersebut. Sehingga menciptakan suatu sistem inovasi produk yang dibangun bersama-sama antara industri dan pelanggan sebagai upaya pemenuhan kepuasan pelanggan (customers).
Sebagai bentuk dasar produk, prototipe memiliki bagian yang ukuran dan bahan sama seperti jenis produk yang akan dibuat tetapi tidak harus difabrikasi dengan proses sebenarnya ditujukan untuk pengetesan untuk menentukan apakah produk bekerja sesuai desain yang diinginkan dan apakah produk memuaskan kebutuhan pelanggan. Prototipe seperti ini disebut alpha prototype ada juga yang disebut beta prototype yang dibuat dengan bagian yang disuplai oleh proses produksi sebenarnya, tetapi tidak rakit dengan proses akhir ditujukan untuk menjawab pertanyaan akan performance dan ketahanan uji untuk menemukan perubahan yang perlu pada produk final.

B.     TAHAPAN-TAHAPAN PROTOTYPE
Berikut tahapan prototype:
1.   Pendefinisian produk: merupakan penerjemahan konsep teknikal yang berhubungan dengan kebutuhan dan perilaku konsumen kedalam bentuk perancangan termasuk aspek hukum produk dan aspek hukum yang melibatkan keamanan dan perlindungan terhadap konsumen.
2. Working model: dibuat tidak harus mempresentasikan fungsi produk secara keseluruhan dan dibuat pada skala yang seperlunya saja untuk membuktikan konsep dari pembuatan produk dan menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep yang telah dibuat. Working model juga dibangun untuk menguji parameter fungsional dan membantu perancangan prototipe rekayasa.
3.   Prototipe rekayasa (engineering prototype): dibuat seperti halnya working model namun mengalami perubahan tingkat kompleksitas maupun superioritas dari working model, dibangun mencapai tingkat kualitas teknis tertentu agar dapat diteruskan menjadi prototipe produksi atau untuk dilanjutkan pada tahapan produksi.
4.  Prototipe rekayasa ini dibuat untuk keperluan pengujian kinerja operasional dan kebutuhan rancangan sistem produksi.
5.  Prototipe produksi (production prototype): bentuk yang dirancang dengan seluruh fungsi operasional untuk menentukan kebutuhan dan metode produksi dibangun pada skala sesungguhnya dan dapat menghasilkan data kinerja dan daya tahan produk dan part-nya.
6.  Qualified production item: dibuat dalam skala penuh berfungsi secara penuh dan diproduksi pada tahap awal dalam jumlah kecil untuk memastikan produk memenuhi segala bentuk standar maupun peraturan yang diberlakukan terhadap produk tersebut biasanya untuk diuji-cobakan kepada umum.
7.   Untuk mematangkan produk yang hendak diproduksi secara komersil, maka produk perlu memasuki pasar untuk melihat ancaman-ancaman produk yang terjadi; misal: keamananan, regulasi, tanggung jawab, ketahanan dan kerusakan (wear–and–tear), pelanggaran, siklus break even dan polusi, dan konsekuensinya diperlukan peningkatan program pemasaran.
8.   Model: merupakan alat peraga yang mirip produk yang akan dibangun (look–like–models). Secara jelas menggambarkan bentuk dan penampilan produk baik dengan skala yang diperbesar, 1:1, atau diperkecil untuk memastikan produk yang akan dibangun sesuai dengan lingkungan produk maupun lingkungan user.
9.   Prototipe adalah bentuk efektif dalam mengkomunikasikan konsep produk namun jangan sampai menyerupai bentuk produk sebenarnya karena mengandung resiko responden akan menyamakannya dengan produk akhir.

C.    MANFAAT PROTOTYPE
Berikut ini adalah manfaat/keuntungan-keuntungan dalam menerapkan prototype dalam pengujian suatu produk
1.      Prototype dapat digunakan sebagai alat uji dan penyempurnaan desain produk
2.      Prototype berfungsi untuk menguji performa berbagai bentuk perencanaan
3.      Prototype merupakan alat bantu diskripsi sebuah produk
Dengan adanya prototype kita akan lebih mudah mendiskripsikan produk yang kita buat.
4.      Prototype dapat membantu orang lain menganggap serius bisnis kita.
Dengan membuat prototype mitra bisnis kita akan menganggap bahwa kita serius dengan bisnis yang kita buat.



DAFTAR MATERI PKK KELAS XI

SEMESTER 1

BAB 1 SIKAP DAN KARAKTER WIRAUSAHAWAN JUL
KB 1 Pengertian Wirausaha dan Kewirausahaan
KB 2 Sikap dan Perilaku Wirausaha
TUGAS 1
BAB 2 ANALISIS PELUANG USAHA AGST
KB 1 Analisa Peluang Usaha
KB 2 Manfaat peluang Usaha Kreatif dan Inovatif
TUGAS 2
BAB 3 HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL SEP
KB 1 Pengertian HAKI
KB 2 Dasar Hukum HAKI di Indonesia
ULANGAN 1 (BAB 1,2,3)
PENILAIAN TENGAH SEMESTER GASAL (REMIDI)
BAB 4 KONSEP DESAIN PRODUK DAN KEMASAN BARANG/JASA OKT
KB 1 Produk Barang dan Jasa
KB 2 Konsep Desain Produk
KB 3 Kemasan Produk
KB 4 Membuat Desain Kemasan
TUGAS 3
ULANGAN 2
BAB 5 PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE PRODUK BARANG/JASA NOV
KB 1 Tahapan Pembuatan Prototype
KB 2 Pemetaan Keragaman Produk dan Jasa
KB 3 Proses Kerja Pembuatan Prototype
ULANGAN 3
PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL (REMIDI)

SEMESTER 2

BAB 6 LEMBAR KERJA/GAMBAR KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE  JAN-FEB
KB 1 Prototype Produk
KB 2 Alur dan Proses Kerja Pembuatan Prototype
KB 3 Membuat Sketsa
KB 4 Analisis Gambar kerja dan Lembar Kerja Prototype
TUGAS 1
ULANGAN 1
BAB 7 BIAYA PRODUKSI PROTOTYPE PRODUK BARANG/JASA FEB
KB 1 Pengertian Biaya Produksi
KB 2 Jenis-jenis dan Cara Menghitung Biaya Produksi
ULANGAN 2 
BAB 8 PENERAPAN DAN PENGUJIAN PROTOTYPE MAR
KB 1 Pengujian Prototype Jasa Reparasi Komputer
TUGAS 2
PENILAIAN TENGAH SEMESTER GENAP (REMIDI)
BAB 8 ORACLE ACADEMY (MEMBUAT GAME SEDERHANA DG GREENFOOT) MAR-APR
KB 1 Sekilas Tentang Pemrograman Java dan Greenfoot
KB 2 Menginstal dan mengenal Fitur Greenfoot
KB 3 Menempatkan dan Menjalankan Objek sesuai Skenario
KB 4 Memanggil fungsi secara langsung
KB 5 Membuat dunia baru dan memanggil gunsi dunia
ORACLE ACADEMY(PEMROGRAMAN JAVA FUNDAMENTAL GREENFOOT) APR-MEI
KB 6 Megubah perilaku Objek
KB 7 Menyusun skenario
KB 8 Menggubah gambar
KB 9 Membuat kelas baru
TUGAS 3 
MEMBUAT PROJECT DENGAN SKENARIO SENDIRI JUN
MEMPRESENTASIKAN HASIL PROJEK GAME YANG SUDAH DIBUAT
PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP (REMIDI)

Karakteristik dan Fungsi Memori



Memori adalah suatu bagian yang paling penting dan seluruh sistem komputer. Memori banyak mengalami perubahan teknologi seiring dengan berjalannya waktu. Memori pertama kali mempunyai kapasitas yang sangat terbatas dan hanya terdiri dan beberapa byte. Komputer terdiri dan memori fisik dalam bentuk cip yang ditancapkan ke dalam soket memori motherboard. Bagian kedua dan memori adalah memori virtual, yang pada dasarnya bagian terkecil dan hard drive. Bagian ini digunakan sistem operasi ketika memori fisik penuh.