Pages

Minggu, 10 Mei 2020

DESAIN PRODUK



A.    PENGERTIAN DESAIN PRODUK
Desain Produk merupakan terjemahan dari Industrial Design. Desain produk bisa disebut juga dengan sebuah ide, Pengembangan konsep, Pengujian, dan Pelaksanaan manufaktur atau jasa. Desain Produk adalah sebagai alat manajemen untuk menterjemahkan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan sebelum menjadi rancangan yang nyata yang akan diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba.
Pengertian desain dikemukakan oleh W. J Stanton (1981), yang telah diterjemahkan oleh DR. Buchori Alma dalam bukunya manajemen pemasaran dan pemasaran jasa, yaitu : "Yang dikatakan produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, Termasuk didalamnya masalah warna, Harga nama baik perusahaan, Nama baik toko yang menjual, dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengencer yang diterima pembeli guna memuaskan keinginan."
Pada dasarnya desain produk terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1.     Mendesain produk yang benar - benar baru. yaitu membuat rancangan dan sketsa baru yang belum pernah ada pada desain sebelumnya.
2. Mendesain atau memodifikasi produk yang sudah ada (redesign) atau melakukan pengembangan terhadap desain produk yang sudah ada.

B.     MAKSUD DAN TUJUAN DESAIN PRODUK
Desain produk mempunyai maksud dan tujuan untuk membantu perusahaan dalam menciptakan dan mengembangkan produk baru atau untuk menjamin hasil produksi yang sesuai dengan keinginan pelanggan.
Manfaat dari desain produk antara lain:
1.      Menghindari kegagalan - kegagalan yang mungkin terjadi dalam pembuatan suatu produk
2.      Memilih metode yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk
3.      Menentukan standarisasi atau spesifikasi produk yang dibuat
4.      Menghitung biaya dan menentukan harga produk yang dibuat
5.    Mengetahui kelayakan produk tersebut apakah sudah memenuhi persyaratan atau masih perlu perbaikan kembali
Tujuan desain produk antara lain:
1.      Sebagai identitas/merk dari suatu produk;
2.      Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan mempunya nilai jual yang tinggi;
3.      Untuk menghasilkan produk yang trend pada masanya;
4.    Untuk membuat produk dengan biaya seminimal mungkin dalam penggunaan bahan baku dan biaya - biaya dengan tanpa mengurangi nilai jual produk tersebut.

C.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESAIN PRODUK
Faktor-faktor yang mempengaruhi desain produk adalah sebagai berikut:
  1. Fungsi Produk
Setiap produk yang akan dihasilkan mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda, hal ini tergantung untuk keperluan apa produk itu dibuat. Dengan demikian bahwa desain produk itu berhubungan bentuk dan fungsi dari suatu produk. Keduanya memegang peranan penting dalam menentukan suatu desain produk yang pada dasarnya untuk memberikan kepuasan yang maksimal bagi konsumen atau pelanggan baik segi kualitan maupun segi kuantitas.
  1. Standar dan Spesifikasi Desain
Dalam hal spesifikasi dan standar desain suatu produk akan terlihat dari :
a.       Sambungan – sambungan | Dalam hal ini perusahaan harus merencanakan bagaimana menyambung bagian-bagian supaya tidak terlihat ada bagian yang kosong.
b.      Bagian | Bagian ini berfungsi untuk menyesuaikan ukuran keserasian desain  disambung dengan bagian lainnya, sehingga apabila disatukan menjadi satu kesatuan yang kuat
c.       Bentuk | Pada waktu mendesain bentuk perlu diperhatikan mengenai keindahan dengan penyesuaian menurut fungsi dan kegunaannya.
d.      Ukuran | Yaitu merencanakan ukuran yang seimbang dari bagian – bagian produk  secara keseluruhan.
e.       Mutu | Mutu suatu produk harus disesuaikan menurut fungsi produk tersebut, apabila akan digunakan dalam jangka waktu lama, maka mutu produk tersebut harus tinggi bila dibandingkan dengan produk yang akan digunakan dalam jangka waktu yang pendek.
f.       Bahan | Apabila produk yang akan digunakan ingin mempunyai mutu yang baik, maka bahan yang dipergunakan pun harus dapat menunjang agar semua yang diharapkan dapat terwujud dan pelanggan merasakan kepuasan tersendiri.
g.      Warna | Warna mempunyai arti tersendiri bagi konsumen, karena tiap orang mempunyai ciri dan kesukaan yang khas terhadap warna tertentu. Dan hal inilah yang harus dicermati oleh perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis.
  1. Tanggungjawab Produk
Ini adalah merupakan salah satu tanggung jawab dari produsen sebagai pembuat produk kepada konsumen akan keselamatan dan kenyamanan pemakai produk tersebut. Oleh karena itu faktor ini menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan oleh perusahaan pada waktu mendesain produk tersebut.
  1. Harga dan Volume
Harga dihubungkan dengan jumlah produk yang akan dibuat, untuk produk yang akan dibuat  berdasarkan pesanan biasanya harga jualnya akan berbeda dengan produk yang dibuat untuk dipasakan kepada konsumen luas yang harganya relatif lebih murah sehingga desain produknya akan berbeda pula.
  1. Prototype
Prototype merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat, prototype ini memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya, sehingga sebelum perusahaan memproduksi maka prototype diusahakan untuk dibuat terlebih dahulu.
Dari pengujian prototype tersebut, apabila lulus uji coba mungkin memberikan gambaran mengenai perubahan-perubahan yang perlu dilakukan serta sebagai informasi dalam penyusunan terakhir desain produk.


D.    TAHAPAN – TAHAPAN KEGIATAN DESAIN PRODUK
Seorang product designer harus melalui tahapan – tahapan dalam merencanakan suatu produk, tahapan tersebut yaitu :
  1. Memformulasikan hasil marketing research
Adapun yang menjadi titik tolak dalam tahapan kegiatan Desain Produk adalah riset pemasaran. Untuk mengetahui produk yang diinginkan pelanggan, product designer dapat memperoleh data dari riset pemasaran yang langsung berhubungan dengan pelanggan. Riset ini dilakukan baik untuk produk yang betul – betul baru maupun untuk produk yang sudah ada.
Pengembangan suatu riset dalam perusahaan akan menghasilkan sebuah gagasan atau ide untuk membuat suatu produk, dimana ide tersebut diperoleh dari data yang didapatkan saat riset itu sendiri dilakukan. Dalam riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada, perusahaan harus mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut :
·         Keinginan pelanggan dalam hal kegunaan, kualitas, modal dan warna dari produknya dengan tidak mengabaikan penentuan harga
·         Biaya dari pembuatan produk baru atau pengembangan dari produk yang sudah ada apakah perusahaan mampu untuk membayarnya.
Untuk hal – hal tersebut diatas, maka riset ini perlu ditunjang dengan faktor – faktor yang berupa waktu untuk menjalankan penelitian, mencari informasi atau keterangan berdasarkan pengalaman.
  1. Mempertimbangkan kemampuan fasilitas perusahaan
Untuk melaksanakan kegiatan pembuatan suatu produk, maka desainer harus mempertimbangkan kemampuan dari perusahaan itu sendiri, diantaranya : tenaga kerja, mesin – mesin, peralatan penunjang dan perkakas lainnya. Dalam membuat produk, desainer harus mempertimbangkan biaya yang seekonomis mungkin.
  1. Membuat sketsa
Dalam membuat sketsa, bentuk dari produk yang akan dibuat akan terlihat jelas satu dengan yang lainnya. Sketsa tersebut dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan gambar kerja ( blue Print ), sketsa dari masing – masing produk walaupun sketsa ini tidak menunjukan ukuran – ukuran yang sebenarnya, tapi dapat terlihat dal skala perbandingan.
  1. Membuat gambar kerja

Pembuatan gambar kerja ini adalah merupakan tahap akhir dalam kegiatan Desain Produk, dimana dalam gambar kerja ini dapat digambarkan bentuk dan ukuran yang sebenarnya dengan skala yang diperkecil. Selain itu, dalam gambar kerja juga diperlihatkan bahan – bahan yang akan dipergunakan dalam pembuatan produk tersebut. Setelah gambar kerja tersebut selesai dirancang, kemudian diserahkan kepada pelaksana kegiatan untuk segera dipelajari dan dikerjakan lebih lanjut cara proses produksinya.

Sabtu, 09 Mei 2020

Memori Semi Konduktor


Gambar Struktur Memori Semi konduktor
1.       RAM :Random Acces Memory
2.       ROM :Read Only Memory
3.       PROM :Programmable ROM
4.       EPROM :Erasable PROM ( dihapus dengan Sinar Ultra Violet )
5.       EEPROM :Electrical Erasable PROM ( dihapus secara elektrik )
6.       EAPROM :Electrical Alterable ROM ( dirubah secara elektrik )

ALUR DAN PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE



A.    PROSES KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE
Pembuatan prototype disebut dengan prototyping. Tujuan dari prototyping adalah sebagai penguji daya tahan bentuk produk dan usaha yang ingin kita buat. Inovasi bertahap adalah keadaan di mana suatu badan usaha tidak bisa dibuat dalam bentuk prototype. Inovasi bertahap biasanya menyesuaikan keadaan dunia nyata. Dengan adanya kegiatan prototyping, para wirausaha, khususnya bidang produk kreatif akan mengetahui keunggulan dan kelemahan produk dan usaha yang dibuat.
1.    Kegiatan Prototyping sebagai Artefak dalam Pembuatan Desain
Prototype dapat dianggap sebagai bentuk artefak, baik dalam tingkatan berdiri sendiri atau menjadi bagian dalam sebuah desain. Bila dilihat sebagai artefak, prototype mengandung karakteristik : mendukung kreativitas, membantu pengembang untuk menangkap dan menghasilkan ide, memfasilitasi pengembang dan memberikan informasi yang relevan tentang penggunaan prototype. Prototype dapat mendorong terjadinya komunikasi dan membantu para wirausaha dengan konsumen dalam berinteraksi untuk menyempurnakan produk yang dibuat.
Kita bisa menganalisis kegiatan prototyping berdasarkan empat dimensi sebagai berikut.
a.     Dimensi Representasi
Dimensi Representasi berarti menggambarkan bentuk prototype, misalnya kumpulan kertas, sketsa atau simulasi komputer
b.    Dimensi Presisi
Dimensi Presisi menggambarkan tingkat ketelitian prototype yang akan dievaluasi; Dalam dimensi tersebut,prototype dibagi menjadi 3 bentuknya yakni informal, kasar atau halus.
c.     Dimensi Interaktif
Dimensi Interaktif menggambarkan sejauh mana hubungan antara konsumen dengan prototype yang dibuat oleh seorang wirausaha. Misalnya, apakah pihak pembeli menyukai layanan dan produk kreatif yang ditawarkan.
d.    Dimensi Evolusi
Dimensi Evolusi menggambarkan prediksi siklus hidup dari suatu prototype, misalnya prototype tersebut bersifat sekali pakai atau permanen.

2.    Tahapan-tahapan dalam Prototyping
Tahap-tahap dalam prototyping boleh dikatakan merupakan tahap-tahap yang dipercepat. Strategi utama dalam Prototyping adalah kerjakan yang mudah terlebih dahulu dan sampikan hasil kepada pengguna sesegera mungkin.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah table yang menerangkan tentang tahap-tahap dalam prototyping produk kreatif.

Prototyping dibagi ke dalam enam tahapan sebagai berikut.
a.     Mengidentifikasi model prototype. Dalam bagian ini, pihak wirausahawan menjadi mengerti apa saja yang ada di dalam badan usaha yang mereka buat.
b.    Rancang bangun prototype. Dalam rancang bangun bisa dibantu oleh seperangkat computer serta software CASE (Computer-Aided System Engineering) supaya bisa mendesain produk yang baru dan kompeten.
c.     Uji prototype untuk memastikan prototype dapat dengan mudah dijalankan untuk tujuan demonstrasi.
b.    Siapkan prototype USD (User’s System Diagram) untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari produk yang di- prototype-kan.
c.     Evaluasi dengan pengguna untuk mengevaluasi prototype dan melakukan perubahan jika diperlukan.
d.    Tranformasikan prototype menjadi produk nyata dan dibutuhan konsumen sebagai sebuah sampel atau contoh.

B.    FAKTOR-FAKTOR PENENTU DALAM PROSES STRATEGI PEMBUATAN PROTOTYPE
Berikut ini disajikan berbagai faktor-faktor yang ada di dalam strategi prototyping.
1.     Prototyping bisa berupa sebuah subsistem atau serangkaian dari beberapa subsistem atau keseluruhan system
2.     Melakukan prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan prototyping atas satu konsep
3.     Prototyping interative vs 1 prototype per konsep
4.     Prototype bisa merupakan kerja virtual (analisa CAD, FEA, CFD, dll) ataupun fisik
5.     Pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar, bisa juga dengan menggunakan metode rapid prototyping atay dilakukan oleh perusahaan itu sendiri.
6.     Fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala
7.     Hasil akhir suatu bentuk usaha dapat dibuat skala lewat prototyping.

C.    FAKTOR-FAKTOR YANG ADA DI DALAM ALUR KERJA PEMBUATAN PROTOTYPE
Berikut ini disajikan berbagai faktor-faktor yang ada di dalam alur kerja prototyping.
1.     Prototyping bisa berupa subsistem, serangkaian dari beberapa subsistem, atau keseluruhan system
Kita akan membuat sistem yang besar, mungkin hal terbaik yang bias dilakukan adalah memecahnya menjadi subsistem-subsistem yang lebih kecil yang masing-masing subsistem dapat dianalisis berdasarkan strategi yang paling optimal.
2.     Melakukan Prototyping atas bermacam-macam konsep dengan melakukan Prototyping atas satu konsep
Ketika hanya ada satu atau dua konsep produk saja yang memungkinkan besar akan dipilih untuk dikembangkan, perkembangan prototype dalam jumlah banyak pada masa awal akan memberikan umpan balik penting bagi perancang.
3.     Prototype bisa berbentuk virtual (Analisa CAD, FEA, CFD, dll
Analisa prototype yang rumit biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh komputer, sehingga model virtual dapat embantu produsen untuk menganalisa prototype.
4.     Pembuatan prototype bisa dilakukan oleh pihak luar atau dilakukan oleh seorang wirausaha itu sendiri
Melakukan penyerahan urusan pembuatan produk hanya kepada pihak luar dapat membengkakkan biaya dan waktu sehingga lebih baik dibuat sendiri.
5.     Fisik pada suatu prototype dapat dibuat ukuran skala
Ketika kita sedang berurusan dengan produk yang berukuran besar, seperti pilar untuk bangunan rumah bertingkat, kita tidak akan mungkin membuat prototype yang sama ukurannya dengan produk akhirnya (kecuali untuk keperluan uji akhir). Oleh karena itu, kita bisa membuat skala fisiknya untuk mengetes aspek-aspek tertentu dalam desain produk tersebut atau bisa dibuat prototype potongan yang bisa disambung saat pembangunannya.
6.     Hasil akhir suatu bentuk usaha dapat dibuat skala lewat prototype

Mungkin merupakan suatu hal yang bagus apabila perancang dapat merancang prototype yang mampu mencakup beberapa persyaratan desain dalam satu waktu. Hal ini bertujuan agar perancang dapat membuat evaluasi atas fitur yang diharapkan ada pada produk tersebut. Dengan adanya skala fungsi, perancang akan merasa lebih mudah dalam menguji prototype dan produk final yang memiliki sifat lebih kuat.




SEJARAH DAN MANFAAT JARINGAN



JARINGAN komputer adalah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan.

Jumat, 08 Mei 2020

Rangkaian RAM-EPROM dan Keandalan Memori




A. RAM ( Random Access Memory )
RAM adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data rersebut dalam memori. ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, dimana gerakan mekanikal dan media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.
Pertama kali dikenalkan pada tahun 60-an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetik. Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM, lebih tepatnya jenis DRAM. Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan ROM (read-only-memory), RAM digunakan sebagai penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka panjang.Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga random access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu heberapa bagian dan spaceaddres RAM (memori utama) dan sebuah sistem yang dipetakan ke dalam satu atau dua cip ROM.
1.    Struktur RAM (Random Acces Memory)
Struktur RAM dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
a.    Input area, digunakan untuk menampung input yang dimasukkan lewat alat input.
b.    Program area, digunakan untuk menyimpan semua instruksi-instruksi program yang akan diproses.
c.    Working area, digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dan basil dan pengolahan
d.    Output area, digunakan unwk menampuñg hisil akhir dan pengolahan data yang akan ditampilkan ke aLu output.

2.    Dasar Pembuatan RAM
Berdasarkan bahan dasar pembuatan, RAM dikelompokkan menjadi dua, yaitu Dynamic RAM(DRAM), dan Static RAM (SRAM).
a. DRAM (Dynamic Random Access Memory)
DRAM adalah jenis RAM yang menyimpan setiap bit data yang terpisah dalam kapasitor dalam satu sirkuit terpadu. Data yang terkandung di dalamnya harus diperbarui secara berkala oleh CPU agar tidak hilang. 1-Ial ini membuatnya sangat dinamis dibandingkan dengan memori Iainnya. Dalam struktumya, DRAMhanya memerlukan satu transistor dan kapasitor per hit, sehinggamemiliki kepadatan sangat tinggi.


b. SRAM (Static Random Access Memory)
SRAM adalah jenis RAM yang tidak menggunakan kapasitor. Hal inimengakibatkan SRAM tidak perlu lagi diperbarui secara berkala seperti halnyadengan DRAM. Hal ni juga sekaligus membuatnya memiliki kecepatan lebih tinggi dari DRAM

Selain DRAM dan SRAM, masih ada beberapa tipe RAM, yaitu sebagai berikut.
a.    FPM DRAM (Fast Page Mode Random Access Memory)
FPM DRAM adalah RAM yang paling pertama kali ditancapkan pada slot memori 30 pin motherboard komputer. RAM ini dapat kita temui pada komputer tipe 286 dan 386. Memori jenis ini sudah tidak lagi diproduksi.
b.    EDORAM (Extended Data Out Random Access Memory)

EDORAM adalah jenis RAM yang dapat menyimpan dan mengambil isi memori secara bersamaan, sehingga kecepatan baca tulisnya pun menjadi lebih cepat EDORAM umumnya digunakan pada PC terdahulu sebagai pengganti FPM RAM:
c.    SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory)
SDRAM adalah jenis RAM dinamis yang kemampuan kecepatannya lebih cepat dari pada EDORAM dan kepingannya terdiri dan 168 pin. RAM ini disinkronisasi oleh jam sistem dan cocok untuk sistem dengan bus yang memiliki kecepatan sampai 100 MHz.
d.    RDRAM (Rambus Dynamic Random Acces Memory)
RDRAM adalah salah satu tipe dari RAM dinamis sinkron yang diproduksi oleh Rambus Corporation menggunakan kecepatan bus sebesar 800MHz tetapi memiliki jalur data yang sempit (8 bit). RDRAM memiliki memory controller yang canggih sehingga tidak semua motherboard bisa mendukungnya. Contoh produk yang memakainya adalah 3dfx sen Voodoo4.
e.    NVRAM (Non-Volatile Random Access Memory)
NVRAM adalah jenis RAM yang menggunakan baterai litium di dalamnya sehingga data yang tersimpan tidak akan hilang meskipun catu daya dimatikan.
f.     PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association)
PCMCIA adalah salah satu kartu memori pertama yang dibuat pada tahun 1990-an dan setelah berkembang jenis dan modelnya, kini dipakai khusus sebagai perangkat koneksi pada notebook, misalnya sebagai modem untuk melakukan koneksi intemet melalui frekuensi GSM atau CDMA, dan wireless card.

B. Rangkaian EPROM ( Erasable Programmable Read-Only Memory)
EPROM adalah sebuah cip yang bisa diprogram dan mampu menyimpan data. Cip tersebut besi data (program-program) yang diiskian oleh pengguna ke EPROM tersebut. satu-satunya cara untuk menghapus data pada EPROM adalah dengan menggunakan sinar ultraviolet.
EPROM merupakan jembatan/penengah antara hardware dan software, sebagai contoh EPROM salah satu cip BIOS (Basic Input Output System) pada motherboard komputer.

C. Kehandalan Memori
Memori harus mampu mengikuti kecepatan CPU sehingga terjadi sinkronisasi kerja antara CPU dan memori tanpa adanya waktu tunggu karena komponen lain belum selesai prosesnya. Mengenal harga, sangatlah relatif. Bagi produsen selalu mencari harga produksi paling murah tanpa mengorbankan kualitasnya untuk memiliki daya saing di pasaran.
Untuk memperoleh kinerja yang optimal, perlu kombinasi teknologi komponen memori. Dan kombinasi ini dapat disusun hierarki memori sebagai berikut.


1.    Hubungan Harga, Kapasitas dan Waktu Akses Memori
Hubungan harga, kapasitas dan waktu akses memori adalah sehagai berikut.
1) Semakin kecil waktu akses, semakin besar harga per bitnya.
2) Semakin besar kapasitas, semakin kecil harga per bitnya.
3) Semakin besar kapasitas, semakin besar waktu aksesnya

2.    Hierarki Memori

Dilema yang dihadapi para perancang adalah keinginan menerapkan teknologi untuk kapasitas memori yang besar karena harga per bit yang murah namun hal itu dibatasi oleh teknologi dalam memperoleh waktu akses yang cepat. Salah satu pengorganisasian masalah ini adalah menggunakan hierarki memori. Semakin menurunnya hierarki maka hal berikut akan terjadi.
1) Penurunan bit.
2) Peningkatan kapasitas
3) Peningkatan waktu akses.
4) Penurunan frekuensi akses memori oleh CPU.

Kunci keberhasilan hierarki ini terletak pada penurunan frekuensi aksesnya. Semakin lambat memori maka keperluan CPU untuk mengaksesnya semakin sedikit. Secara keseluruhan sistem komputer akan tetap cepat namun kebutuhan kapasitas memori besar terpenuhi.





Aplikasi Pengolah Gambar Bitmap di HP Android - Adobe Photoshop Express



Ada banyak aplikasi untuk edit gambar bitmap di Android dan salah satunya adalah Adobe Photoshop Express yang bisa digunakan secara gratis namun dengan keterbatasan fitur. Walaupun namanya Adobe Photoshop tetapi aplikasi ini memiliki tampilan yang sangat berbeda dengan versi dekstop. Aplikasi Adobe Photoshop Express tersedia di sejumlah sistem operasi. Di antaranya Windows 10, Windows 8.1, Windows 10 Mobile, Windows Phone 8.1, Windows Phone 8, iOS, dan tentu saja Android.

SKETSA


A.    PENGERTIAN SKETSA
1.      Menurut Linda Murray dan Peter, Sketsa adalah rancangan kasar dari suatu komposisi atau
2.   sebagian komposisi dibuat demi kepuasan pribadi. Pada tahap ini ada beberapa hal yang menjadi acuan yaitu skala, perbandingan, komposisi, penyinaran dan lain sebagainya.

Kamis, 07 Mei 2020

Array 2 dan 3 Dimensi Pascal





Untuk penggunaan yang lebih rumit, array 1 dimensi tidak cocok lagi. Sebagai contoh, di dalam matematika kita menggunakan grafik/diagram kartesius yang titik koordinatnya menggunakan komposisi sumbu x dan sumbu y. Sebagai contoh A(3,4) berarti titik A berada di posisi 3 pada sumbu x, dan 4 pada sumbu y.
Untuk mempermudah dalam pembuatan program yang melibatkan 2 sumbu atau 2 dimensi ini, kita bisa menggunakan array 2 dimensi.

KEMASAN PRODUK


A.    PENGERTIAN KEMASAN PRODUK
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).

Desain Jaringan Lokal



A. Konsep Jaringan Komputer LAN

Computer Network atau jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang dihubungkan melalui media fisik dan software yang memfasilitasi komunikasi antara komputer-komputer tersebut. 
Media fisik ini bisa berupa kabel atau udara yang menjadi media bagi komunikasi elektromagnetik. Masing-masing komputer terhubung melalui media fisik dengan menggunakan kartu jaringan (Network Interface Card = NIC). Segala proses transmisi melalu media fisik akan melalui NIC tersebut. 
Bila jaringan komputer cukup banyak yang menempati suatu area lokal, maka jaringan ini dinamakan jaringan komputer lokal (Local Area Network = LAN).